Tampilkan postingan dengan label DUNIA BURUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA BURUNG. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Juni 2017

Pusing Murai Anda Ngebatman , Pakailah Metode Ini




Apabila ngelowo disebabkan oleh penurunan mental bertarung, over birahi, terlalu jinak, penjemuran yang over, cara menangani murai batu ngebatman bisa dengan beberapa metode sebagai berikut:
  • Kalah Mental Saat Tarung

Mengatasi murai batu ngebatman yang disebabkan oleh penurunan mental seusai kalah bertarung, bisa dengan mengatur pemberian pakan murai batu yang berupa EF seperti jangkrik misalnya. Namun saat memberikan EF tidak dibatasi dengan jumlah-jumlah tertentu, tetapi terus diberikan semau burung. Kalau ia sudah benar-benar tidak mau, barulah pemberian dihentikan supaya jangkrik tidak membusuk sia-sia.
Penanganan murai batu ngebatman akibat penurunan mental dilakukan dengan cara mengatur pemberian pakan, sebenarnya cukup memungkinkan. Bisa dibilang begitu, sebab mental burung yang menurun juga bisa terjadi karena kebutuhan protein tinggi seperti jangkrik dan kroto tidak terpenuhi dengan baik. Disamping itu, selama 1 – 2 bulan usahakan burung yang turun mental tersebut jangan dipertemukan dengan burung lain.
  • Over Birahi

Murai batu yang birahinya terlalu over, biasanya akan sering ngebatman atau ngelowo saat bertarung dengan pejantan lain. Karena ia lebih kerap atau terbiasa ngebatman, tidak menutup kemungkinan kalau mentalnya pun juga ikut menurun. Oleh karena itu, sebaiknya burung tersebut jangan dilombakan terlebih dahulu hingga sekitar 1 sampai 2 bulan, atau sekiranya mental yang dimilikinya sudah didapatkan kembali seperti sediakala.
Untuk cara menangani murai batu ngelowo yang terjadi lantaran over birahi adalah sebagai berikut; mengurangi EF seperti jangkrik begitupun kroto, rutin mengembunkan setiap pagi hari, mengurangi lama waktu penjemuran, diberi multivitamin secara teratur, dan rutin di umbar ke dalam kandang umbaran. Selain itu, cacing tanah dan ulat bumbung atau ulat bambu, sangat baik diberikan kepada murai yang sedang over birahi. Bisa begitu sebab kedua jenis pakan itu, banyak diyakini bahwa mampu menurunkan tingkat birahi burung yang berlebihan.
  • Terlalu Jinak

Meski murai batu yang terlalu jinak belum tentu kurang bagus jika dilombakan, akan tetapi apabila ini terjadi maka sangat dianjurkan untuk segera ditindaklanjuti. Sebab kalau dibiarkan, maka lama-kelamaan burung tersebut akan jadi super jinak. Dan apabila hal itu sampai terjadi, pada umumnya burung akan kerap menaikkan ekornya ke atas, membusungkan dada, menurunkan sayap, dan suaranya kurang bervariasi bila didekati seseorang. Burung yang sedemikian rupa jika didekati, tentunya akan mengurangi penilaian lomba saat didekati sang juri gantangan. Oleh karena itu, supaya terhindar dari pernyataan sedemikian rupa, ada baiknya jika tidak mengabaikan perilaku burung yang jinak.
Burung yang super jinak dan tidak segera ditindaklanjuti, kemungkinan besar bisa menjadikannya sangat manja pada pemiliknya. Kalau itu berlangsung secara berkepanjangan, tidak menutup kemungkinan kalau lama-kelamaan murai jadi ngelowo jinak. Untuk cara mengatasi murai batu yang ngebatman karena terlalu jinak, yaitu dengan mengubah kebiasaan saat memberikan pakan EF seperti jangkrik. Kalau biasanya jangkrik diberikan dengan cara disuapkan pada burung, maka segera hentikan. Dan hanya berikan jangkrik dengan cara dilempar ke dalam sangkar agar burung mau mengejarnya dan lebih giras, sehingga ia lebih terhindar dari perilaku yang super jinak.
  • Over Penjemuran

Kalau sudah diperkirakan murai batu jadi ngebatman bukan karena penurunan mental, over birahi, ataupun terlalu jinak, maka hal yang perlu dilakukan adalah dengan lebih memperhatikan proses penjemuran yang diberikan. Sebab penjemuran yang terlalu berlebihan atau berlangsung dengan jangka waktu lama, ternyata juga banyak dibilang bahwa dapat memicu terjadinya ngelowo. Oleh karena itu, ada baiknya jika penjemuran selalu di kontrol dan kalau bisa diusahakan disesuaikan dengan karater burung itu sendiri. Dengan kata lain, ada burung tertentu yang sesuai jika dijemur dengan waktu lama, begitupun sebaliknya.
Sedangkan untuk cara mengatasi murai ngebatman yang terjadi lataran proses penjemuran terlalu berlebihan, yaitu bisa dengan mengurangi waktu penjemuran itu sendiri. Kalau sebelumnya, biasanya burung dijemur selama 1 jam selama sehari, maka dapat menguranginya menjadi ½ jam atau sekiranya burung tidak sampai terlihat kepanasan. Selain mengurangi waktu proses penjemuran, pemilik juga bisa menambahkan jumlah pemandian yang diberikan pada burung. Apabila sebelumnya burung dimandikan hanya 1 kali selama sehari, maka bisa menambahkannya menjadi 2 kali, atau lebih asalkan burung tetap terlihat nyaman.

Semoga bermanfaat selamat mencoba metode ini 
Di sunting dari situsburung.com

Burung Pleci Anda Over Birahi, Begini Cara Mengatasinya


Burung pleci memang burung yang mengasikkan,suranya bisa membuat rumah jadi lebih ramai. Tak jarang sebagian plecimania mengeluarkan uang banyak untuk mempunyai pleci seperti apa yang dia harapakan. Tapi setelah punya pleci,kadang para pleci mania kurang mengerti perawatanya. Salah satunya adalah Over Birahi. Over birahi pada burung pleci memang wajar , over birahi pada burung pleci disebabkan karena :

  1. Umur masih muda jika umur pleci masih muda memang sangat mudah over birahi.
  2. Kebanyakan makan ef, memang ef sangat bermanfaat pada pleci untuk mendongkrak agar pleci dapat ngotot dan gacor, tapi jika kita terlalu kebanyakan memeberi ef maka pleci akan mudah "OVER BIRAHI" dan lainya lagi masih banyak yang menyebabkan over birahi .

Cara Mengatasi Pleci Over Birahi :

  1. Banyak cara yang mengatasi burung leci over birahi , saya kan berikan tips-tips nya :
  2. Berikan buah mentimun pada pleci anda , kenapa mentimun? karena mentimun dipercaya bisa menurunkan over birahi pada burung pleci dan alhasil memang manjur.
  3. Kasih buah pepaya pada pleci anda , karena pepaya sangat berfungsi mendinginkan pada burung pleci dan itu akan mengurangi over birahi pada pleci anda .
  4. Sering di cas , atau didekatkan dengan burung lain jantan maupun betina tidak penting tetapi yang penting dekatkan pleci anda dengan yang lain pada saat dipanaskan , insa allah birahi nya turun .
  5. Kurangi pemberian ef pada pleci anda , sepertinya kata2 ini memang membingungkan , kenapa harus dikurangi? semua itu tergantung umur pleci anda jika pleci anda sudah berumur matang pemberian ef lebih tdak masalah , namun jika pleci anda muda sebaiknya jangan banyak2 memberikan ef karena bisa menyebabkan over birahi .
  6. Koloni dengan pleci betina (satukan pleci betina dan jantan) selama beberapa hari lalu pisahkan , insa allah birahi akan hilang dan burung akan rajin berbunyi.

Demikian inormasi yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat. Salam kicau mania. Salam Plecimania Nusantara.

disunting dari mertotivi.com

Walau Di Tinggal Sibuk Kerja, Lovebirdpun Tetap Bisa Jadi Juara Lomba Dengan Tips Ini


Sebagian lovebird lovers terkendala kesibukan kerja, sehingga tidak bisa merawat burungnya secara maksimal. Padahal banyak di antara mereka yang ingin sesekali mengikuti lomba, menjajal lovebird hasil rawatannya, sekaligus dapat mengurangi kepenatan selama 5-6 hari bekerja. Nah, ini ada tips menarik dari Arvabird, siapa tahu bisa mengatasi kendala tersebut.

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam merawat lovebird lomba bagi yang sibuk kerja adalah kondisi lokasi atau ruangan di mana lovebird digantang sehari-hari. Usahakan ada ruangan khusus di mana burung bisa mendapatkan sinar matahari secara cukup, khususnya pada pagi dan siang hari.
Usahakan ventilasi / jendela menghadap ke timur, sehingga jika Anda tidak sempat melakukan ritual penjemuran, burung otomatis terkena sinar matahari pagi.
Sirkulasi udara juga mesti diperhatikan. Anda bisa memperbaiki atau menambahkan lubang-lubang pada dinding ruangan. Kondisikan situasi ruangan terasa alami dan sejuk, dengan cara menempatkan tanaman atau membuat kolam kecil dengan pompa air, sehingga terdengar suara gemericik air.
Setting harian
Untuk setting harian, tentunya harus disesuaikan dengan jadwal kerja masing-masing. Intinya, pakan harian jangan pernah diubah-ubah. Adapun extra fooding (EF) dan vitamin bisa diberikan 2-3 kali per minggu.
Setiap pagi, sebelum berangkat kerja, buka kerodong. Apabila memiliki dua ekor lovebird atau lebih, antara sangkar yang satu dan lainnya diberi sekat.
Sepulang kerja, baik sore atau malam hari, lakukan ritual mandi malam dengan mencabut pakan dan  minum terlebih dulu. Setelah itu burung diangin-anginkan sampai bulunya kering, kemudian pasang kerodong kembali.
Setting menjelang lomba
Seminggu, atau minimal 3 hari menjelang lomba, setiap hari kita lihat kondisi lovebird terlebih dulu. Cek apakah burung terdengar rajin ngekek, atau badannya terlihat kencang (tidak menggelembung). Jika ya, maka lovebird layak untuk dilombakan.
Tetapi kalau burung terlihat sering menggelembung dan tidak fit, lebih baik jangan dilombakan dulu, daripada KO saat lomba. Lebih baik berikan asupan vitamin agar kondisinya membaik.
Kalau memang layak dilombakan, maka mulai H-3, Anda bisa memberikan EF dan multivitamin untuk menambah staminanya agar fit ketika berlaga di arena lomba. Saat di lapangan, sesuaikan settingan lomba seperti kebiasaan masing-masing.
Demikian tips Arvabird mengenai cara merawat lovebird lomba bagi yang sibuk bekerja.
disunting ulang dari omkicau.com

Jumat, 19 Mei 2017

Cara cerdas mengumbar burung bagi kicaumania yang sibuk bekerja


Pemanfaatan kandang umbaran untuk melatih burung kicauan telah lama diterapkan para kicaumania di Indonesia. Awalnya, hal ini hanya dilakukan oleh para pemilik atau perawatan burung lomba saja. Tetapi kandang umbaran kini juga kerap digunakan para kicaumania rumahan.
Para kicaumania rumahan biasanya hanya membiarkan burung begitu saja di dalam kandang umbaran. Bahkan sang pemilik melakukan itu sebelum berangkat kerja. Sepulang kerja, dia akan memindahkan burung ke sangkar harian.
Lain halnya dengan burung-burung lomba. Biasanya ada pelatihan tertentu ketika burung sudah di dalam kandang umbaran. Inti pelatihan adalah bagaimana burung bisa terbang dari pojok kandang yang satu ke pojok kandang yang lainnya, hingga puluhan atau bahkan ratusan kali.
Salah satu jenis umbaran yang kreatif bisa sobat lihat pada video di bawah ini

semoga bermanfaat
arikel diambil dari FB grup Lovebird

Sabtu, 13 Mei 2017

Macet suaranya setahun gara-gara cicak akhirnya MB ini jadi langganan Juara


Cinere Enterprise yang diarsiteki duet Om Alam dan Om Agus kembali membuka latber rutin di lapangan permanen Jalan Sadar Raya (belakang Bens Radio) Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (9/8). Ini merupakan latihan perdana setelah libur lebaran. Dalam even ini, murai batu CN 2000 besutan lawas Om Agung CN (Jagakarsa Team) nyaris nyeri juara pertama.
Sejak digantang, dia langsung ngedur, mengeluarkan materi-materi mewahnya, sekaligus tembakan dahsyatnya, terutama pada sesi pertama.
Pada sesi kedua, penampilan CN 2000 tetap memukau, meski harus puas di urutan kedua. Sesi ini dimenangi murai batu AK 47 milik H Rojak dari Laskar 212 BC.
Melihat track record selama ini, CN 2000 sudah sering menjuarai even di Jabodetabek. Namun dalam satu tahun terakhir ini, CN 2000 terlihat ngedrop akibat makan cicak yang berakibat serak dalam waktu cukup lama.
“Lumayan lama istirahatnya, hampir satu tahun, suaranya rusak dan serak akibat menelan seekor cecak. Saat di lapangan, burung tetap kerja, tapi suaranya rusak terkadang serak,” lanjutnya.
Om Agung kemudian memberikan terapi suara secara terus-menerus, sampai akhirnya kondisinya mulai pulih. Materi lagu isiannya sudah komplet saat bertarung dalam Latber Cinere Enterprise. Begitu juga tonjolan tembakannya yang didominani suara cililin.
Setelah cukup lama istirahat karena kondisi burung kurang mendukung, CN 2000 sukses memetik gelar juara 1 Kelas Ebod Joss dan juara 2 Kelas E-Bodre dalam Latber Cinere Enterprise.
Secara keseluruhan, even ini berlangsung lancar. Ini tampak dari kepuasan para peserta atas kinerja para juri yang maksimal.
“Terimakasih buat rekan-rekan kicaumania yang turut mendukung ajang latber ini. Kami tunggu dalam latberan rutin setiap Sabtu siang di sini,” kata Om Alam.

Gacorkan Pleci tanpa harus didoping? perhatikan cara ini


Sekilas pandang soal doping yang dipakai PLECI supaya lebih greget dilomba banyak mengundang kontroversi, antara kemenangan dan kesehatan bagi pleci itu sendiri. Inti dari pleci supaya lebih ngotot adalah peningkatan METABOLISME tubuh burung dengan signifikan. 

Pemacu2 Metabolisme tubuh inilah yang sering disebut dengan DOPING, denyut jantung lebih cepat, tekanan darah burung lebih cepat membuat vitalitas burung meningkat, dan ketika burung ingin bunyi maka dia akan bunyi dengan ngotot, dan ketika burung ingin birahi maka dia akan OVER birahi,  Ketika burung merasa tubuhnya ingin meledak maka tubuhnya akan mengembung seperti balon, burung sering nyaliksik/ndidis

Pleci tanpa dopingan juga BISA.

1. Jangan gonta-ganti makanan pabrikan (voer), berikan sedikit2 saja., karena voer sifatnya hanya makanan tambahan
2. Berikan buah yang mudah di dapat. Pilih 2/3 variasi dalam 1 minggu, dan berikan secara stabil-kontiyu
3. Persiapkan EF hewani :
a. Ulang Hongkong, dan berikan tempat yang besar, taruh ditempat yang aman dari semut-cicak, berikan Ulat Hongkong ini dengan rempah2 yang orientasinya untuk Kesehatan, berikan UH yang putih/muda. Cukup 2 ekor Pagi-Siang-Sore (P-S-S)
b. Jangkrik. Berikan jeroan jangkrik 1 ekor : P-S-S

Untuk melihat INDIKATOR, burung, cobalah pada hari Jumat-Sabtu SORE, dengan diberikan tambahan KROTO, bisa sambil diberikan tempat untuk mandi SORE.

Untuk Keseharian - PENJEMURAN wajib dilakukan agar, lemah2 pada tubuh berkurng dan pleci jadi atletis- untu menjaga kebugaran.

Kalau mau meluangkan waktu untu diUmbar. Pilihlah 1 hari, pada hari Kamis misalnya.

Cobalah : Bagaimana melihat perkembangan burung, pada hari MINGGU, sambil ngopi di gantang di depan Rumah.

Bagaimana menyimpulkan bahwa dia munya MATERI, inilah untuk memutuskan : Pleci Rumahan, Juga siap di Lombakan.

PROSES, Hanya kamu yang bisa menjawab, menemukan karakternya, karena kamu yang memelihara. POKOE YAKIN.
Modal burung pasar, dulunya burung jawara juga dari awal.

PCMI om Mac Arius

Jumat, 05 Mei 2017

Susah mengajari cucak hijau agar mau makan ulat hongkong. ini tipsnya


Ulat hongkong merupakan salah satu EF yang bisa membantu menambah stamina dan mendongkrak penampilan burung cucak hijau sehingga menjadi lebih maksimal. Karena itu, banyak ijo mania yang kerap memberikan pakan ulat hongkong baik dalam perawatan harian maupun sebelum dilombakan.
Yang menjadi masalah, tidak semua cucak hijau mau menyantap ulat hongkong yang kita sodorkan. Karakter cucak hijau yang berbeda satu sama lainnya membuat kita sedikit kesulitan saat memberikan EF tersebut. Namun kalau mau berusaha, misal dengan mengajarinya, cucak hijau nantinya akan menyukai pakan berprotein tinggi itu.
Berikut ini beberapa cara yang biasa dilakukan para ijo mania dalam mengajari burung kesayangannya agar mau makan ulat hongkong:
  • Masukkan beberapa ekor ulat hongkong ke dalam cepuk pakannya. Aamati apakah burung tertarik dan mau menyantapnya. Jika cucak hijau mau menyantapnya, tahap selanjutnya tentu menjadi lebih mudah.
  • Jika burung mengabaikannya, dan tidak tertarik dengan ulat hongkong, Anda bisa mencabut semua pakannya, termasuk voer dan buah. Masukkan beberapa ekor ulat hongkong dalam cepuknya. Jika burung mulai merasa lapar, tentu dia akan segera menyantap ulat hongkong yang telah disediakan.
  • Cara lain yang bisa dilakukan adalah menancapkan satu persatu ulat hongkong yang sudah dimatikan terlebih dulu ke dalam buah pisangnya.
  • Apabila semua cara di atas tetap tidak manjur, Anda bisa memanfaatkan tubuh jangkrik sebagai media untuk menyimpan ulat hongkong. Potong ulat hongkong dalam ukuran kecil-kecil, lalu masukkan ke tubuh jangkrik. Untuk memudahkan dalam pengaturan setingan harian, maka seekor jangkrik bisa dimasuki beberapa potong tubuh dari seekor ulat hongkong.
Untuk meningkatkan stamina dan penampilannya saat berlomba, berikan 3 ekor ulat hongkong dalam perawatan hariannya. Pemberiannya hanya pada pagi hari. Porsi ini bisa ditingkatkan kalau burung mau dilombakan. Banyak ijo mania yang memberi ulat hongkong lebih dari 10 ekor pada H-1.
Berbeda dari perawatan jelang lomba, porsi UH untuk perawatan harian sebaiknya jangan berlebihan. Ada anggapan bahwa efek panas dari UH yang diberikan secara berlebihan bisa membuat bulu-bulunya mudah rontok, serta bisa menyebabkan pembengkakan di bagian tubuh tertentu.
Kalau cucak hijau tetap tidak mau juga menyantap ulat hongkong, Anda bisa menggantinya dengan pakan lain yang disukainya seperti kroto, jangkrik, maupun buah-buahan yang bervariasi. Bisa juga membuat tepung ulat hongkong yang dicampur ke dalam voer, buah, atau ditempatkan dalam cepuk tersendiri.
semoga bermanfaat
disunting ulang dari omkicau.com

Pusing Lovebird gacor di rumah tapi gembos nampil di lapangan? Ini dia solusinya!


Kasus lovebird gacor di rumah tapi tidak mau tampil saat berlaga di lapangan sebenarnya sudah sering dialami para pemain. Masalah ini sebenarnya terkait dengan karakter dasar burung lovebird pada umumnya. Seperti diketahui, lovebird merupakan burung yang memiliki sifat sosial, bukan penguasa wilayah teritorial sebagaimana murai batukacer, dan ciblek.

Hanya pada waktu tertentu saja lovebird akan berlaku mirip burung teritorial, terutama pada musim kawin hingga berkembang biak, atau ketika perasaannya sangat tidak nyaman. Jadi, jika ingin momongannya tampil maksimal di lapangan, sebaiknya pahami dulu karakter burung cantik tersebut.

Pelatihan mental sejak dini wajib dilakukan agar lovebird memiliki keberanian / sifat fighter ketika bertemu lawan-lawannya di lapangan, khususnya ketika bertemu burung-burung sejenis yang sudah mapan.
Jika sering mendapat pelatihan mental, burung cenderung tidak berperilaku buruk saat dilombakan, misalnya lebih sering diam, ngeruji / ngerambat, serta jarang ngekek panjang. Karakter fighternya akan muncul, sehingga burung pun terpacu untuk selalu ngekek saat dikelilingi burung-burung sejenis yang juga gacor.
Melatih mental dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain rutin mengajak lovebird ke lapangan meski tidak ikut berlomba, serta memberikan pakan / suplemen yang bisa membantu meningkatkan staminanya.
Jika kondisi fisik dan mentalnya tidak baik, namun tetap dilombakan, maka lovebird cenderung gembos di lapangan, meski di rumah selalu terdengar aktif berbunyi. Akibatnya, banyak pemilik yang kecewa dan jengkel.
Lovebird yang sering berperilaku seperti itu saat berlomba biasanya akibat kondisi mentalnya yang belum siap. Hal ini biasa terjadi pada lovebird muda, sehingga belum punya pengalaman cukup dan belum dapat beradaptasi dengan kondisi dan suasana lomba yang hiruk-pikuk oleh suara burung serta teriakan manusia. Faktor lainnya adalah karena lovebird mengalami over birahi, sehingga tidak bisa tampil maksimal seperti biasanya.
semoga bermanfaat
artikel lengkap bisa baca omkicau.com



Ramuan pakan pleci joss-gandos yang mampu mendongkrak stamina dan mental pleci


Seperti halnya burung-madu (“kolibri”), makanan utama pleci berupa nektar dari bunga. Bersama kelompoknya, pleci kerap berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya yang berjarak cukup jauh untuk mencari nektar. Kandungan gula yang terdapat dalam nektar dapat membantu mendongkrak staminanya yang terkuras oleh beragam aktivitas.
Dalam perawatan manusia, pleci juga membutuhkan pakan berupa nektar. Namun karena nektar mudah menguap, kita bisa menggantinya dengan nektar buatan. 
Om Irvan Sadewa, owner Smart Mastering, juga memiliki ramuan pakan pleci yang joss-gandos. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah didapat. Pemberian pakan secara teratur diyakini mampu mendongkrak stamina dan mental pleci maupun jenis burung pemakan nektar lainnya. Berikut ini bahan baku dan proses pembuatan ramuan pakan pleci ala Om Irvan Sadewa:
Bahan baku yang digunakan:
  • 50 ml air perasan tebu murni (lebih dianjurkan jika menggunakan air perasan dari tebu hijau).
  • 30 ml air perasan jeruk baby.
  • 20 ml madu murni
  • 10 0ml Aqua Bidest / Aquadest.
Note: Takaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Proses pembuatan:
  • Semua bahan dicampur dalam satu wadah steril, setelah itu diaduk hingga merata.
  • Agar ramuan bisa terus digunakan (tahan lama), sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di dalam lemari pendingin / kulkas.
  • Ramuan tersebut siap diberikan kepada pleci maupun jenis burung lainnya. Agar hasilnya lebih efektif, ramuan sebaiknya ditempatkan dalam cepuk terpisah.
  • Ramuan bisa diberikan tiga kali dalam seminggu, atau H-2 sebelum burung dilombakan.
Ramuan pakan pleci dan jenis burung pemakan nektar buatan Om Irvan ini dapat menjadi solusi pengganti nektar yang sangat bermanfaat.
Semoga bermanfaat.
disunting dari omkicau.com

Kamis, 04 Mei 2017

Terlambat mendinginkan OB, beresiko jadi lama menormalkan lagi kondisinya.


Sebelum lomba, Cucak Ijo biasanya memperoleh genjotan EF seperti jangkrik dan ulat hongkong, sehingga birahi cucak ijo langsung terdongkrak, tetapi masih dalam batas wajar (tidak sampai over birahi / OB). Penampilannya di arena lomba pun menjadi garang.
Persoalannya, karena terlalu banyak digenjot EF, burung ini membutuhkan proses pendinginan lumayan rumit, untuk menurunkan birahinya. Sebab jika tidak segera ditangani, burung bakal mengalami OB dan terkadang membutuhkan waktu cukup lama untuk menormalkan kondisinya.
Berikut ini tips pendinginan yang dilakukan usai lomba :
  • Selama 3 hari berturut-turut, yaitu Senin s/d Rabu, pemberian pisang kepok dihentikan, diganti dengan papaya. Buah ini memang kerap dijadikan amunisi bagi pelomba dalam meredam birahi beberapa jenis burung usai berlomba.
  • Selama 3 hari berturut-turut pula, burung diberi air minum berupa larutan penyegar.
  • Mulai Kamis, semua treatment di atas dihentikan. Burung kembali mendapat perawatan harian seperti biasa.

Pola pendinginan yang sama dilakukan oleh Om Agung pemilik CI histeria

Dengan pola perawatan seperti diatas itulah, Cucak IJo Histeris menemukan puncak penampilan terbaiknya dalam Piala Tabanan di Lapangan Alit Saputra Tabanan, Minggu (3/3) lalu, yang diikuti sejumlah jago papan atas di kelas cucak hijau.
Histeris tampil di semua kelas, yaitu Salsa, Juventus, Dewa Bledek, dan Bintang Tabanan. Hasilnya ? Empat gelar juara 1 berhasil diboyong Histeris, alias mencetak quattrick: sebuah prestasi yang jarang terjadi dalam kelas cucak hijau.
Tips ini sekadar referensi bagi Anda, khususnya para penggemar cucak hijau. Untuk menerapkan atau tidak, semuanya tergantung keputusan Anda sendiri.
Semoga bermanfaat.

Rabu, 03 Mei 2017

Durasi ngekeknya bisa 1-3 menit walau LB dalam keadaan jatuh bulu


Nama love bird Melati memang masih asing di telinga kita karena love bird ini masih baru di dunia belantika mani love bird se-Indonesia. Tapi jangan salah, walaupun masih baru, burung kesayangan Al Tenjolaya Al ini sudah menunjukkan bakatnya dan akan menjadi ancaman bagi para parbeng (paruh bengkok) mania lainnya. Hal ini dikarenakan karakter Melati sangatlah fighter dan bisa dilihat dari ngekeknya yang panjang. Bahkan Durasi ngekek Melati bisa 1-3 menit walaupun kondisi melati dalam keadaan jatuh bulu.
Bakat Melati terlihat saat Al Tenjolaya yang akrab disapa Ustad Al, lagi bersantai di pondok pesantrennya, Pondok Pesantren An-Nabawi, Bogor. Saat itu Melati secara tidak sengaja ngekek panjang dan sontak dengan respon yang cepat, Ustad Al merekam kekekan Melati. 
Setelah itu ia langsung meng-upload di akun facebook pribadinya, Al Bifa. Komentar dari teman-teman facebooknya pun menuai positif bahkan ada yang berkomentar bahwa Melati lovebird moncer. Sejak saat itu banyak yang bertanya tips trik bagaimana meng-koslet-kan Melati yang bisa ngekek panjang 1-3 menit tersebut bahkan ada juga yang langsung berminat untuk meminang melati.
Ketika ditanyai oleh pewarta MediaBnR.Com, Ustad Al yang juga mempunyai bird farm bernama Al-bifa (AL Bird Farm) ini mengaku bahwa perawatan biasa-biasa saja. Saat mandi, ia membiarkan Melati mandi sendiri tidak dipaksa mandi seperti disemprot atau diembuni. Untuk penjemuran, biasanya Melati dijemur mulai dari subuh sampai jam 9 pagi. Setelah itu tidak dikerodong kecuali kalau turun lapangan. “Tidak disemprot mandi tapi biarkan dia mandi sendiri dalam cepuk sambil dijemur. Kalau tidak mandi, maka berarti Melati tidak mau mandi dan tidak dipaksa mandi dengan cara disemprot. Di rumah tidak pernah dikrodong kecuali waktu ke lapangan,” papar Ustad Al.
Pakannya pun tidak ada yang khusus untuk Melati bahkan Melati biasanya mengkonsumsi milet putih. Begitu juga air minumn yang diberikan hanya air putih biasa. Ketika ditanya tentang setingan untuk di lapangan, ia juga mengatakan bahwa setingannya sama saja seperti setingan di rumah. “Pakan harian milet putih, minum air putih, ke lapangan juga sama saja,” ungkapnya.
Mungkin ini adalah titik awal bagi love bird Melati karena walaupun dalam keadaan mabung, Melati mampu menunjukkan kerja koslet-nya dan menjadi istimewa bagi sang pemilik. Kedepan, Melati akan berbicara banyak dan menjadi ancaman mania love bird ketika ia selesai proses mabungnya. Kita tunggu saja aksi dari Melati. (fuad)
penasaran? lihat videonya disini : https://www.youtube.com/watch?v=E6TJ0BlhEV4

disunting dari mediabnr.com

Selasa, 02 Mei 2017

Pleci Unthulan ini Mempersembahkan 25 Piagam Bergengsi


Berawal dari temanya, sebut saja dia mbilung. Suatu ketika Fay Liana ikut mengantarkan mbilung ke arena gantang dan saat itu "Fay" sapaan akrabnya ia hanya menjadi suporter. Lama kelamaan fay pun mulai tertarik untuk ikut menekuni dunia pleci, sama seperti sahabatnya yang telah lebih dulu menekuninya.

Hasrat dari dalam hatinya untuk menekuni dunia pleci pun akhirnya terwujud. Pemuda asal kota jogja itu akhirnya membeli gacuk dan untulan jenis monty, karena ia merasa disitu terdapat semacam rasa persaudaraan yang kuat didalamnya. Karena fay ingin segera memiliki burung yang bagus ia memutuskan untuk membeli gacuk. Seiring berjalanya waktu gacuk yang awalnya tadi ia beli dengan harga mahal, digaraplah sebisa mungkin dengan pengetahuan yang ia miliki. Namun sangat disayangkan semua tak seperti yang ia harapkan, karena burung yang ia miliki tak pernah sekali pun menjadi yang terbaik di setiap gantang atau kontes yang di ikuti.

Namun ia pun tak patah arah dan tak kenal putus asa fay tetap berusaha, suatu ketika ia mengikuti kontes yang diselengarakan latpres KPK wates. Alhasil gacuk yang ke sekian kali ia beli dengan harga yang mahal itu tak mampu berbicara banyak. Di season yang ke dua justru untulan yang ia meliki mulai koar koar menari - nari dengan lantangnya. Fay pun langsung memindahkan untulan tadi ke kandang yang bagus, ia pun langsung mulai bergegas menaruh si untulan tadi ke arana gantang.

Sungguh di luar dugaan dan di luar logika karena saat itu juga, akhirnya fay bisa meraih trofi untuk yang pertama kali. Saat itu burung yang ia kasih nama unthul mampu menyabet gelar sebagai juara 2. Berawal dari situ akhirnya fay mulai memoles dan merawat unthulnya. Dan sampai saat ini akhirnya si unthul telah mengoleksi 25 piagam penghargaan bergengsi. Sangat menarik tentunya karena semua hanya berawal dari kebetulan saja. Fay pun kini mulai menikmati hasil dari jerih payahnya tempo hari. Dari merogoh kantong dalam untuk membeli gacuk, sewa motor untuk bisa berangkat ke arena gantang, dan yang lebih memprihatinkan adalah sampai ia mengurangi porsi makannya karena kondisi finansial yang pas - pasan, semua ia lakukan demi rasa cintanya terhadap hobi yang ia tekuni.

Demikian sedikit kisah yang dapat kami sampaikan, semoga kita dapat mengambil sisi positifnya dari apa yang telah di alami sahabat kita "Fay Liana Linta". Pada kesempatan kali ini ia juga berpesan kepada sobat pleman yang lainya untuk menjadi yang terbaik kuncinya adalah sabar, ulet, tekun, penuh kasih sayang, serta berikan rawatan secara rutin pasti hasilnya akan memuaskan. Salam kicau mania.

semoga bermanbfaat

disunting ulang dari metrotivi.com

Senin, 01 Mei 2017

Dengan cara Penjodohan ini anaknya bisa laku 1 jt sampai 2,5 jt per ekornya


Cobalah Anda mampir ke sana, pasti akan menjumpai lovebird-lovebird pilihan dengan suara ngekek panjang-panjang.

Lovebird yang disediakannya itu merupakan hasil seleksi ketat. Hanya burung yang durasi ngekeknya 15 – 40 detik yang dijual di Sangkar Kicau. Harganya bervariasi mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta / ekor, tergantung kualitas suaranya.

“Kami tidak tergantung sama warna. Warna apapun tak masalah, yang penting kualitas suaranya. Sudah banyak lovebird produksi Sangkar Kicau yang moncer di lomba. Sebagian pembeli adalah pemain lomba, meski banyak juga penggemar rumahan dan calon breeder,” jelas Om Arif.

Penangkaran lovebird milik Om Arif lumayan besar. Ada dua kandang aviary, masing-masing berukuran 3,5 x 3 m2 dan tinggi 3 meter. Selain itu, ada beberapa kandang battery yang berisi pasangan induk siap produksi.
Kandang aviary terbuat dari kawat ram, yang diisi puluhan pasangan lovebird dewasa (umur lebih dari 8 bulan ). Kandang ini dimanfaatkan sebagai sarana mencari jodoh masing-masing.
Di dalam kandang aviary tersedia gelodok, yang jumlahnya sengaja dibuat terbatas, hanya 3 – 4 gelodok saja. Jika seekor lovebird sudah menemukan jodohnya, maka pasangan tersebut akan rajin keluar-masuk gelodok.
Selama ini, Om Arif Sangkar Kicau menjodohkan lovebird melalui tiga tahap. 
  1. Pertama, sejumlah lovebird jantan dan betina minimal umur 8 bulan dimasukkan dalam kandang aviary pertama.  Jika sudah mendapatkan jodoh dan mulai masuk ke gelodok, maka pasangan lovebird akan dipindah ke kandang aviary kedua. 
  2. kandang aviary kedua merupakan kandang produksi, sehingga jumlah gelodok diperbanyak. Kandang aviary kedua ini sekaligus menjadi ajang seleksi indukan berkualitas. “Di kandang aviary kedua, kita dapat mengetahui apakah produktivitas induk bagus, apakah induk pintar bawa anakan, dan sebagainya. 
  3. Jika memang bagus, maka pasangan lovebird kita pindah lagi ke kandang battery,” jelas Om Arif. Dengan menempatkannya dalam kandang battery, peternak lovebird juga memiliki data silsilah indukan. Seekor anakan yang kelak memiliki kualitas suara ngekek panjang bisa dicek dari trah indukan jantan dan indukan betina. 
Jadi ada tiga tahap penjodohan lovebird yang diterapkan Om Arif. Dengan cara seperti ini, hasilnya bisa lebih maksimal. Pasangan induk pun menjadi lebih produktif.

Pemanenan anakan dilakukan saat berumur 2 minggu. Anakan dibesarkan dalam boks khusus. Setelah anakan dipanen, biasanya pasangan induk akan kembali berproduksi.

Dengan model penangkaran lovebird seperti ini, pemilik bisa menyeleksi mana indukan yang berkualitas dan produktif. Induk yang punya kualitas suara ngekek panjang akan dilanggengkan di kandang battery, karena cenderung menghasilkan anakan berkualitas ngekek panjang pula.

semoga bermanfaat

disunting dari omkicau.com

Minggu, 30 April 2017

Tips mengorbitkan Lovebird ombyokan menjadi juara lomba


Lovebird kini melesat di posisi teratas sebagai kelas yang paling diminati dalam berbagai even lomba, latpres, dan lomba burung kicauan. Selain paling ramai, jumlah sesi yang dilombakan pun biasanya juga paling banyak ketimbang jenis burung lainnya. Persaingan pun makin ketat. Tidak heran jika sebagian pemain lebih suka membeli lovebird yang sudah jadi.

Namun, tidak sedikit pula pemain yang ingin mengorbitkan sendiri lovebirdnya. Ada yang fanatik lovebird bahan impor, terutama dari Eropa dan Taiwan, dan ada juga yang lebih menggemari lovebird hasil breeding para peternak lokal.

Beberapa pasar burung menyediakan lovebird taiwan, antara lain Pasar Burung (PB) Pramuka Jakarta. Di kalangan pemain lomba, lovebird taiwan memang banyak diburu.

harga lovebird taiwan warna hijau standar umur 4 – 5 bulan sekitar Rp 400.000 – Rp 500.000. Ini harga colokan, di mana burung masih berada di kandang ombyokan. Untuk lovebird yang terseleksi dan ditempatkan sendirian dalam sangkar, harganya sedikit lebih mahal.
Selain nggacor, tambah Om Kosasi, lovebird taiwan memiliki volume lebih Kristal, suaranya lebih garing. Burung pun cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Hanya 1-2 hari di tempat baru, lovebird sudah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.
Lebih baik lagi jika membeli lovebird taiwan yang betina. Burung biasanya lebih aktif, bahkan sangat responsif ketika mendengar suara lovebird lain di sebelahnya, atau istilahnya latah. Tak hanya itu, burung juga memiliki karakter mental yang hebat.
Tugas selanjutnya adalah bagaimana merawat dan mengkondisikannya agar bisa tampil bagus di lapangan. Nah, bagaimana tips Om Kosasi dalam mengorbitkan lovebird hasil colokan agar bisa berprestasi di lapangan?
“Begitu sampai di rumah, lovebird langsung diablak (dibuka tanpa kerodong). Keesokan harinya, barulah dimulai perawatan, dengan memandikannya terlebih dulu. Saya semprot halus. Setelah itu, dianginkan dan dijemur. Pasti langsung ngekek,” jelasnya.
Untuk mandi, ada dua cara yang dipilihnya, yakni mandi malam atau mandi pagi. Om Kosasi hanya menerapkan salah satunya saja, tidak perlu sehari mandi pagi dan malam.
Untuk mengurangi birahinya, pakan utama cukup polosan saja. Milet putih bisa menjaga dan menstabilkan birahi lovebird. Kalau keesokan harinya mau dilombakan, bisa ditambah canary seed. Untuk mengendalikan birahi lovebird, Om Kosasi biasa melakukannya dengan terapi mandi malam.
Sesekali, burung diberik kangkung (sedikit saja). Selain itu, penjemuran jangan terlalu lama, cukup 10 – 15 menit. Sebab lovebird taiwan menyukai kondisi lembab. Kalau kebanyakan jemur malah susah nampil, karena lebih banyak melintir saat ketemu lawan-lawannya di lapangan.
Dengan perawatan sederhana itulah, lovebird-lovebird hasil colokan di pasar burung bisa tampil maksimal, seperti telah dibuktikan Om Kosasi selama ini. “Untuk bisa berprestasi di lapangan, tak harus selalu berbiaya mahal,” tandasnya. (d’one)
Semoga bermanfaat.
disunting dari omkicau.com